Penyakit Aritmia Jenis, Gejala, diagnosa, dan Cara Pengobatannya

Review By: Restoran: Jantung, Kesehatan

Aritmia merupakan salah satu masalah yang terjadi pada irama jantung dimana jantung dapat berdetak

 

secara tidak normal, baik terlalu cepat, terlalu lambat dan juga tidak beraturan.

Aritmia ini dapat terjadi akibat impuls elektrik yang memilki fungsi untuk mengtur detak jantung sedang berada dalam kondisi yang kurang biak, sehingga tidak dapat bekerja sebagaimana mestinya.

Penyakit Aritmia Jenis Gejala Diagnosa Dan Cara Pengobatannya1Ada beberapa macam jenis aritmia yang sering terjadi pada seseorang, diantaranya adalah :

– Takikardia supraventrikular.

Takikardia supraventrikular adalah kondisi yang menerangkan bahwa jantung berdetak dengan cepat dan tidak normal.

–  Fibrilasi atrium.

Fibrilasi atrium adalah kondisi jantung yang berdenyut sangat cepat meskipun seseorang tersebut sedang bersantai atau tidak sedang melakukan aktivitas apapun.

– Fibrilasi ventrikel.

Fibrilasi ventrikel merupakan kondisi jantung yang berdetak sangat cepat atau terlalu cepat. Fibrilasi ventrikel merupakan salah satu jenis aritmia yang dapat membuat penderitanya mengalami pingsan dan kematian yang mendadak.

– Bradikardia.

Bradirkadia merupakan bentuk dari kondisi jantung yang berdetak lebih lambat atau tidak teratur.

– Blok Jantung.

Penyakit Aritmia Jenis Gejala Diagnosa Dan Cara Pengobatannya2

Blok jantung adalah wujud dari adanya kondisi organ jantung yang berdetak terlalu lambat hingga menyebabkan seseorang yang mengalaminya hilang kesadaran atau pingsan.

Baca: Gejala, Penyebab, Faktor Risiko Serta Pengobatan Penyakit Perikarditis

Gejala Penyakit Aritmia

Penyakit aritmia sering datang tanpa menimbulkan suatu gejala yang bisa dirasakan oleh para penderitanya.

Bahkan timbulnya gejala terkadang tidak menandakan adanya kondisi jantung yang sedang mengalami gangguan.

Adapun gejala yang bisa saja ditimbulkan dari penyakit aritmia antara lain :

  • Sesak napas.

  • Merasa kelelahan.

  • Timbul rasa pusing atau sakit kepala.

  • Dada seakan berdebar-debar.

  • Detak jantung terasa lebih cepat dari ukuran normalnya.

  • Detak jantung juga bisa lebih lambat dari pada batas normalnya.

  • Dada terasa nyeri.

  • Hilang kesadaran atau pingsan.

Penyakit Aritmia Jenis Gejala Diagnosa Dan Cara Pengobatannya4

Jika merasakan gejala-gejala tersebut segeralah periksakan kondisi kesehatan tubuh pada dokter agar bisa mendapat penanganan yang lebih cepat.

 

 

Penyebab Penyakit Aritmia

Hal-hal yang dapat menimbulkan terjadinya penyakit aritmia adalah sebagai berikut :

 

  1. Pemakaian Obat-Obatan Terlarang.

Penyakit Aritmia Jenis Gejala Diagnosa Dan Cara Pengobatannya5Penyebab terjadinya masalah irama pada jantung juga dapat disebabkan oleh adanya pemakaian obat-obatan terlarang atau narkotika.

Jenis obatan-obatan terlarang seperti kokain dan amfetamin akan mempengaruhi fungsi dari organ jantung dan secara langsung dapat meningkatkan risiko masalah aritmia yaitu fibrilasi ventrikel dan berbagai jenis aritmia yang lain.

 

  1. Sleep Apnea Obstruktif.

Sleep apnea obstruktif merupakan salah satu jenis kelainan yang membuat pernapasan akan mengalami gangguan ketikan penderita sedang tertidur dan bisa meningkatkan gejala fibrilasi atrium,  bradikardia dan berbagai aritmia lainnya.

 

  1. Penyakit Diabetes.

Penyakit diabetes yang diderita oleh seseorang tidak hanya akan meningkatkan gejala aritmia, akan tetapi juga memicu risiko penyakit jantung koroner serta hipertensi atau tekanan darah tinggi.

 

  1. Masalah Hipertensi.

Tekanan darah yang meningkat akan mengakibatkan dinding bilik kiri organ jantung menebal dan kaku, dan inilah yang akhirnya membuat aliran listrik di jantung mengalami hambatan.

 

  1. Adanya Ketidakseimbangan Jumlah Elektrolit.

Jika jumlah elektrolit dalam darah seperti kalsium, magnesium, natrium, dan juga kalium mengalami ketidakseimbangan, maka akan sangat mengganggu konduksi impuls listrik di dalam jantung.

Dan hal ini dapat memperbesar kemungkinan terjadinya aritmia pada jantung.

 

  1. Segala Permasalahan Pada Jantung.

Selanjutnya penyebab aritmia juga diakarenakan adanya permasalah pada jantung yaitu adanya riwayat penyakit jantung, pernah menjalankan operasi jantung, gagal jantung, kelainan pada katup jantung dan berbagai gangguan lainnya pada jantung.

 

  1. Efek Samping Penggunaan Obat-Obatan.

Produk obat-obatan yang terjual bebas di apotek seperti obat untuk mengobati batuk atau flu ternyata juga meninggalkan efek samping seperti aritmia.

Sehingga perlu untuk berhati-hati ketika kita membeli obat-obatan tersebut.

 

  1. Mengkonsumsi Kafein dan Nikotin.

Penyakit Aritmia Jenis Gejala Diagnosa Dan Cara Pengobatannya6Biasanya seseorang yang memiliki hobi merokok, pastilah akan sangat menyukai kopi yang didalamnya terdapat kandungan kafein.

Padahal baik kafein maupun nikotin memiliki peranan yang aktif dalam munculnya masalah pada detak jantung terutama untuk detak jantung yang lebih cepat dari batas normalnya.

 

  1. Gangguan Tiroid.

Aritmia juga bisa disebabkan karena masalah pada kelenjar tiroid. Apabila kelenjar tiroid terlalu aktif dan sebaliknya juga akan berpengaruh pada aritmia.

 

Diagnosis Penyakit Aritmia

Agar diagnosis penyakit aritmia ini lebih mendapatkan keterangan yang lebih akurat biasanya dokter akan menjalankan beberapa tes yang harus dilakukan, antara lain :

  • Ekokardiogram.

  • Elektrokardiogram (EKG).

  • Uji Latih Beban Jantung.

  • Monitor Holter.

  • Studi elektrofisiologi.

  • Kateterisasi jantung.

 

Pengobatan Penyakit Aritmia

Umumnya ada sebagian pasien penderita aritmia yang tidak membutuhkan pengobatan.

Akan tetapi dokter akan segera memberikan pengobatan jika mengetahui gejala aritmia yang dapat berkembang menjadi lebih buruk dan dapat menimbulkan masalah komplikasi.

Dan beberapa pengobatan tersebut meliputi :

 

– Pemberian Obat-Obatan.

Dokter akan memberikan resep obat-obatan seperti penghambat beta yag bertujuan untuk menjaga detak jantung supaya dapat tetap berada dalam kondisi normal.

Selain itu, dokter juga akan memberikan obat-obatan jenis antikoagulan berupa warfarin, rivaroxaban, debigatran dan  aspirin.

Obat-obatan ini berguna untuk mengurangi risiko terjadinya stroke dan juga masalah penggumpalan darah.

 

– Kardioversi.

Kardioversi ini akan diambil oleh dokter apabila aritmia tidak dapat diatasi dengan penggunaan obat-obatan.

Cara yang dilakukan adalah dengan memberikan kejutan listrik pada dada pasien untuk membantu menormalkan kembali detak jantung tersebut.

 

– Metode Ablasi.

Jika letak penyebab aritmia ini sudah diketahui, maka dokter bisa memasukan sebuah keteter dengan bantuan X-ray melalui pembuluh darah di bagian kaki.

Saat keteter ini mendapati sumber masalah pada ritme jantung, maka alat kecil ini secara spontan akan merusak bagian kecil dari jaringan jantung yang dituju.

 

– Alat Picu Jantung Serta Implantable Cardioverter Defibrillator Atau ICD.

Penyakit Aritmia Jenis Gejala Diagnosa Dan Cara Pengobatannya3Didalam kasus aritmia tertentu dokter akan memasang alat seperti picu jantung dan implantable cardioverter defibrillator yang bertujuan untuk menjaga denyut jantung supaya bisa tetap normal.

Alat-alat ini akan dipasang pada bawah kulit dada bagian atas.

Apabila alat ini menemukan adanya ritme atau irama ari jantung maka alat ini secara langsung mengirimkan sengatan listrik pendek pada jantung yang berfungsi untuk menghentikan ritme yang dianggap tidak normal dan mengatur agar bisa kembali pada ritme yang normal.

 

Itulah pembahasan mengenai penyakit aritmia yang perlu untuk kita ketahui.

Cegahlan penyakit ini dengan mengkonsumsi makanan bergizi, menghindari stres, olahraga secara teratur, hindari minuman  beralkohol dan berkafein, berhenti merokok dan jagalah berat badan kita agar tetap dalam kondisi yang ideal.

Penyakit Aritmia Jenis, Gejala, diagnosa, dan Cara Pengobatannya | Shafa | 4.5